Dalam Diskusi kelautan ini Iskindo mengungkap lemahnya data di sektor Kelautan Perikanan. Belum ada data yang riil hasil tangkapan, jenis alat tangkap dan ukuran kapal tangkap, serta daerah operasinya di tingkat kabupaten.
Data yang ada saat ini dari produksinya saja secara global di PPI yang tidak mewakili data kabupaten. Melalui sistem informasi pelabuhan yang up date dan link ke pusat. Cuma itu terbatas dari produksi dan jenisnya saja.
Kemungkinan basis data yang digunakan saat ini 3 sampai 4 tahun ke belakang. Tentu ini tidak dapat dibebankan kepada penyuluh yang sudah membawa tugas yang amat banyak sebagai ujung tombak dinas dalam memotivasi nelayan dan untuk masalah data ini perlu solusi.
DPW Iskindo Babel sebagai Organisasi Profesi mengusulkan Strategi Pengelolaan Berkelanjutan. Untuk pemanfaatan laut sebagai jati diri daerah Kepulauan, daerah maritim. Misalnya komponen Bathymetri yang menggambarkan bentang permukaan dasar laut. Dapat mempresentasikan suatu kawasan yang kaya ikan dan miskin ikan.
Untuk wilayah dasar laut khususnya yang berada di zonasi di bawah 2 bahkan 4 mil sudah mengalami berbagai dinamika akibat proses pertambangan yang masif. Data bathymetri ini tidak hanya berguna dalam aktivitas pelayaran maupun kepentingan militer, namun perlu dikaji sebagai suatu ekosistem yang yang dapat merepresentasikan kesuburan kawasan.





Komentar tentang post