Kerusakan rumah akibat banjir sebanyak 24.000 unit. Sebanyak 7.755 unit rusak berat, 3.505 rusak sedang dan 12.740 rusak ringan.
Kerusakan rumah akibat angin puting beliung sebanyak 15.000 unit. Sebanyak 1.877 unit rusak berat, 1.823 rusak sedang dan 11.300 rusak ringan. Bencana tanah longsor sebanyak 1.681 unit mengalami kerusakan. Sebanyak 444 unit rusak berat, 343 rusak sedang dan 894 rusak ringan.
Rumah rusak akibat gelombang pasang atau abrasi mencapai 154 unit, dengan rincian 76 unit rusak berat, 9 rusak sedang dan 69 rusak ringan.
Bencana geologi juga berdampak pada kerusakan rumah, yaitu kejadian gempa dengan magnitudo yang berbeda.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 11 kejadian gempa merusak pada 2020.
Sejumlah gempa tersebut mengguncang Simeuleu, Seram, Sukabumi, Tapanuli Selatan, Sabang, Maluku Utara, Bengkulu, Talaud, Pangandaran, Mamuju Tengah dan Brebes-Kuningan.
Data kerusakan rumah akibat gempa mencapai 1.926 unit, dengan rincian 241 unit rusak berat, 492 rusak sedang dan 1.193 rusak ringan.
Sementara itu, jumlah kerusakan akibat bencana sepanjang 2020 pada infrastruktur fasilitas publik sebanyak 1.542 unit. Kerusakan mencakup fasilitas peribadatan 727 unit, fasilitas pendidikan 672, jembatan 442, fasilitas kesehatan 143 dan fasilitas perkantoran 134.





Komentar tentang post