Sementara jarak antara hulu dengan daerah terdampak banjir memerlukan waktu kurang lebih 4 jam sehingga aliran limpasan cukup cepat mencapai daerah terdampak banjir.
Menurut Hatma perubahan tutupan lahan yang masif pada bagian hulu DAS dengan peruntukan lahan pertanian (dominan di luar Kawasan Hutan) menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah menahan (meresapkan) air terutama pada lahan miring dan curam.
Pada wilayah terdampak maka terlihat material yang terbawa berupa patahan kayu hitam seperti bekas terbakar. Hal ini mengindikasikan terdapat bendung alami yang ambrol di lereng Gunung Arjuno, dan bendungan alami tersebut biasa disebabkan oleh adanya kejadian longsor sebelumnya yang kemudian material longsor menutup alur sungai dan membentuk bendungan alami yang labil.
“Akibat akumulasi aliran sungai yang terbendung maka bendungan alami yang labil tersebut jebol dan menyebabkan terjadi banjir bandang,” katanya.





Komentar tentang post