Sebelumnya, kelompok Houthi yang anti-pemerintah di Yaman mengatakan dalam sebuah wawancara online dengan NHK bahwa mereka akan terus menyerang kapal-kapal yang menuju Israel, bahkan setelah inisiatif keamanan multinasional yang dipimpin AS diluncurkan.
Kelompok Houthi menguasai wilayah di Yaman utara. Mereka telah menyerang sejumlah kapal dalam beberapa bulan terakhir di Laut Merah untuk menunjukkan solidaritasnya dengan kelompok Islam Palestina Hamas di tengah konflik di Jalur Gaza.
Perusahaan pelayaran dan minyak besar terpaksa menghentikan sementara rute mereka melalui Laut Merah (Red Sea).
Untuk mengatasi krisis ini, Amerika Serikat telah mengumumkan pembentukan inisiatif multinasional untuk menjamin jalur yang aman melalui Laut Merah dan Teluk Aden.
Setidaknya 10 negara, termasuk Inggris, dilaporkan bergabung dalam inisiatif keamanan maritim tersebut.
Juru bicara Houthi Abed Al-thour mengkritik langkah tersebut dalam wawancara dengan NHK.
Abed Al-thour mengatakan bahwa pembentukan inisiatif multinasional yang dipimpin AS hanya akan memperumit masalah dan membawa kekacauan di kawasan.
Juru bicara tersebut mencatat bahwa Houthi akan terus menyerang kapal-kapal yang menuju Israel selama pasukan Israel melanjutkan serangan mereka di Gaza.




