Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Maleo Berkurang di Bakiriang

redaksi
11 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Maleo Berkurang di Bakiriang

Pristiwanto saat melalukan penelitian di jalan Trans Luwuk-Toili di Suaka Margasatwa Bakiriang di sisi kiri jalan kawasan melintas maleo bertelur disisi kanan jalan setapak perkebunan kelapa sawit. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Darilaut – Penambahan luas wilayah hutan Bakiriang tidak serta merta bertambah pula maleo di habitatnya.

“Yang terjadi maleo berkurang seiring dengan berbagai kepentingan untuk menguasai Suaka Margasatwa Bakiriang,” kata Peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado, Pristiwanto, Kamis (11/6).

Berdasarkan hasil penelitian Pristiwanto, hutan Bakiriang menjadi kawasan Suaka Margasatwa sejak tahun 1936. Kawasan ini ditetapkan oleh Raja Banggai saat itu menjadi daerah (kawasan) yang perlu dilindungi berdasarkan Surat Keputusan Raja Banggai No. 4 tahun 1936 dengan luas 3.500 Ha.

Batas kawasan mulai dari kompleks pengunungan Batui memanjang ke selatan, hingga pantai yang diapit oleh dua kampung masing-masing Moilong dan Sinorang.

Munculnya berbagai persoalan di Suaka Margasatwa Bakiriang dimulai tahun 1973. Saat itu, ada pembukaan jalan Luwuk-Toili menuju lahan transmigrasi.

Lintasan jalan menuju Toili melalui lahan kawasan Bakiriang menjadi ramai dengan hadirnya kendaraan yang hilir mudik Luwuk-Toili.

Di pasir panjang Bakiriang tempat siklus untuk maleo bertelur menjadi terganggu. Maleo terusik di habitatnya dengan maraknya perambahan kawasan hutan untuk perkebunan dan pemukiman.

Lebih parah dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit. Selain itu, investasi perusahaan pertambangan di sekitar Suaka Margasatwa Bakiriang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BanggaiBurung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Tengah
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Next Post

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Komentar tentang post

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Ida Menewaskan Puluhan Orang di AS, Kerugian Ditaksir $95 miliar

Tanah Longsor di Kabupaten Karo Menewaskan 5 Warga

Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo Februari 2026 Naik Lebih Dari 5 Persen

Bibit Siklon Tropis 91S Berpotensi Menyebabkan Peningkatan Curah Hujan

Konsorsium Biologi Mendata 8.600 Keanekaragaman Hayati Indonesia

BRIN: Pemilahan Kunci Pengelolaan Sampah yang Baik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.