Selasa, Februari 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Biaya Sebenarnya Akibat Bencana 10 Kali Lebih Tinggi

redaksi
28 Mei 2025
Kategori : Berita, Iklim
0
Air Sangat Penting Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Banjir salah satu sumber utama pencemaran air, mengancam kualitas air serta kesehatan dan keselamatan manusia. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kerugian ekonomi akibat bencana jauh lebih besar dan diperkirakan dapat mencapai $ 2,3 triliun per tahun. Biaya tersebut akan terus meningkat seiring dengan memburuknya krisis iklim.

Negara-negara menghadapi tagihan yang semakin tinggi dari bencana alam. Biaya bencana sebenarnya 10 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, dengan efek luas di seluruh perawatan kesehatan, perumahan, pendidikan, dan pekerjaan.

Laporan ini dikatakan United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR), Badan Pengurangan Risiko Bencana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perkiraan saat ini menunjukkan dampak ekonomi global dari keadaan darurat alam – seperti gempa bumi, tanah longsor, dan banjir – berjumlah sekitar $ 200 miliar per tahun, angka ini mewakili “hanya sebagian kecil dari biaya riil,” kata Jenty Kirsch-Wood, kepala analisis risiko global UNDRR.

Biaya sebenarnya mendekati $ 2,3 triliun, kata Kirsch-Wood, dan memperingatkan bahwa dunia telah “secara kronis meremehkan dan meremehkan dampak bencana” terhadap kemajuan pembangunan berkelanjutan.

Seseorang yang lahir pada tahun 1990 memiliki peluang 63 persen untuk mengalami banjir bencana sekali dalam satu abad dalam hidup mereka. Untuk anak yang lahir pada tahun 2025, kemungkinan itu meningkat menjadi 86 persen.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Antonio GuterresBanjirKrisis IklimPBBUNDRR
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

1.696 Peserta Program KIP Kuliah Lulus di UNG

Next Post

Dunia Menghadapi Krisis Iklim, Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Ketidakstabilan Keuangan

Postingan Terkait

Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

10 Februari 2026
Siklon Tropis Gezani Mendekati Pendaratan di Madagaskar

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pendaratan di Madagaskar

10 Februari 2026

UNG Kirim Mahasiswa ke Daerah Bencana di Aceh Tamiang

Siklon Tropis Mitchell Menyusur Dekat Pantai Australia Barat Sejauh 800 km

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Kondisi Cuaca Indonesia Dipengaruhi Dinamika Atmosfer Global dan Lokal Sepekan ke Depan

Siklon Tropis Mitchell  Mendarat di Wilayah Gascoyne Australia Barat

Perempuan Penantang Ombak Togean, Bertaruh Nyali Mencari Gurita

Next Post
UNESCO Melatih Hampir 200 Ribu Orang Mengenai Pendidikan Kelautan

Dunia Menghadapi Krisis Iklim, Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Ketidakstabilan Keuangan

TERBARU

Arlindo di Selat Lifamatola Pintu Masuk Utama Air Pasifik ke Indonesia hingga Samudra Hindia

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pendaratan di Madagaskar

UNG Kirim Mahasiswa ke Daerah Bencana di Aceh Tamiang

Siklon Tropis Mitchell Menyusur Dekat Pantai Australia Barat Sejauh 800 km

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Kondisi Cuaca Indonesia Dipengaruhi Dinamika Atmosfer Global dan Lokal Sepekan ke Depan

AmsiNews

REKOMENDASI

Universitas Negeri Gorontalo Membekali Mahasiswa Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus

Hurricane Agatha Kategori 2 Terbentuk di Selatan Meksiko

Siklon Tropis Fili Tumbuh di Barat Laut Kaledonia Baru

Sekjen AMSI: Lingkungan Bisnis Perlu Dipahami Media Daerah

Banjir Melanda Limboto Barat Kabupaten Gorontalo

Tanah Longsor di Banyumas, Lima Warga Meninggal Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.