Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut menurut BMKG berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Sementara tinggi gelombang kategori sedang (1,25–2,5 m) di Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Jawa, dan Selat Sunda bagian selatan.
Prediksi BMKG, dalam 24-48 jam ke depan intensitas bibit 90S diprakirakan persisten dengan kecepatan angin di sekitar sistem masih 15-20 knot, dengan pergerakan perlahan ke arah timur.
Dalam 72 jam ke depan, bibit 90S diprakirakan akan berinteraksi dengan sistem lain yang berpotensi tumbuh di dekat perairan Australia bagian utara atau selatan Nusa Tenggara yang dapat menyebabkan penguatan sistem dengan pergerakan yang masih cenderung ke arah timur.
Secara umum, kata BMKG, potensi bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan dalam kategori peluang rendah, sementara dalam 72 jam dalam kategori peluang sedang.
Analisis BMKG hari ini, kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 15 knot (27 km per jam) dengan tekanan udara minimum 1005 hPa.
Analisis satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif yang masih tergolong fluktuatif, sempat terbentuk deep convection pada dini hari, kemudian mengalami penurunan pada Minggu pagi.




