Bibit 91P
JTWC menginformasikan Bibit 91P yang berada di Teluk Carpentaria atau selatan Merauke, Rabu, memiliki peluang pembentukan sedang 24 jam ke depan.
Kecepatan angin permukaan sekitar 45-55 km per jam (25-30 knot). Tekanan permukaan laut minimum mendekati 1000 hPa.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi, bibit siklon tropis 91P dengan tekanan minimum 999.7 hpa, dan kecepatan angin maksimum 25 knot berada di Teluk Carpentaria – Australia bagian utara.
Bibit ini bergerak ke arah Tenggara dengan potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori rendah.
Sistem ini juga menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Laut Flores hingga Australia bagian utara, dari Laut Banda, Laut Arafuru hingga Papua bagian selatan.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar siklon tropis, bibit siklon tropis dan di sepanjang low level jet tersebut.
Selain itu, sirkulasi siklonik berada di Laut Timor yang membentuk daerah konvergensi memanjang di NTT bagian selatan.
Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, dari Selat Makassar hingga Sulawesi Tengah, dari Papua Barat hingga Papua.





Komentar tentang post