Spesies ini masih ada yang diambil dari alam. Karena itu SKIKH BRIN selaku otoritas ilmiah maupun manajemen otoritas yang berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan upaya pengendalian untuk pemanfaatan berkelanjutan.
Antara lain dengan penetapan kuota tangkap alam, monitoring populasi, ukuran tangkapan, dan periodisasi penangkapan seperti pemberlakuan sistem sasi. Cangkang dengan ukuran lebih dari 8 cm yang diperbolehkan untuk ekspor.
Jenis moluska lainnya seperti bekicot sering dianggap sebagai keong racun. Padahal bekicot bukanlah keong racun.
Ada moluska yang benar-benar keong racun, seperti kelompok Conus dan beberapa kelompok keong yang ada di laut karena memiliki toksin.
Sedangkan keong darat terutama di Afrika banyak digunakan untuk menyembuhkan luka. Bahkan di Afrika digunakan sebagai obat untuk laki-laki yang selesai sunat untuk mengurangi pendarahan.
Di Indonesia banyak yang menggunakan lendir bekicot seperti di Jawa untuk obat.
“Untuk kosmetik seperti skincare, serum, masker dari keong bisa membuat kulit-kulit wanita menjadi kenyal seperti bayi, jadi sangat potensial,” ujar Ayu.
“Salah satu penelitian kami membuktikan bahwa lendir dari beberapa spesies keong darat bersifat tidak beracun, jadi bisa digunakan sebagai bahan dasar perawatan kulit.”





Komentar tentang post