Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dan diikuti oleh Direktur Meteorologi Publik, Direktur Meteorologi Penerbangan, Kepala Balai Wilayah I-V, dan Kepala Stasiun dari 39 UPT penanggung jawab layanan meteorologi maritim.
Rapat ini juga membahas transformasi skema operasional terbaru yang akan diterapkan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penanggung Jawab Pelayanan Meteorologi Maritim.
Penyesuaian ini mencakup sinergi antar-UPT, optimalisasi penggunaan teknologi terkini, dan perbaikan proses bisnis pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan stakeholder secara lebih baik.
Selain itu, BMKG menegaskan pentingnya kesiapan dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dengan memanfaatkan platform teknologi terbaru agar layanan informasi cuaca maritim dapat mendukung kelancaran dan keselamatan aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Platform yang dapat dimanfaatkan di antaranya adalah Indonesia Weather Information for Shipping (INAWIS) dan produk informasi cuaca maritim seperti informasi tinggi gelombang, prakiraan cuaca jalur penyeberangan, prakiraan cuaca jalur pelayaran.
Dengan hadirnya teknologi dan sistem terbaru, BMKG optimis bahwa layanan meteorologi maritim dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku usaha sektor maritim di seluruh Indonesia.




