Menurut Dwikorita, penguatan Sistem dan pembangunan Gedung Pusat Multi Hazard Early Warning System tersebut juga merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Keberadaan Gedung Multi Hazard Early Warning System di Denpasar merupakan backup dari sistem yang ada di Kemayoran, sehingga akan otomatis mengambil alih peran jika sewaktu-waktu terjadi gangguan atau kondisi darurat
Menurut Dwikorita, groundbreaking ini membuktikan kesungguhan komitmen BMKG untuk terus meningkatkan ketangguhan Indonesia dalam menghadapi bencana dan menguatkan manajemen penanganan bencana. Selain itu, meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana, untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan, dan kerugian materil yang lebih besar,” paparnya.
Penambahan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari strategi dan lompatan besar BMKG dalam transformasinya dari World Class menjadi Global Player.
Keberadaan sistem dan gedung tersebut, tambahnya, menjadi tolok ukur kesungguhan dan peran penting Indonesia dalam bidang Meteorologi Klimatologi serta Geofisika, kata Dwikorita.
Informasi dan data yang disediakan tidak bersifat lokal saja, namun juga regional dan global. Saat ini, InaTEWS dipercaya untuk memberikan Peringatan Dini Tsunami bagi 25 negara di sepanjang pantai Samudera Hindia dan 10 negara ASEAN. “Tentunya ini akan dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” kata Dwikorita.




