Tanggap Darurat
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menekankan bahwa situasi tanggap darurat di wilayahnya saat ini memerlukan penanganan khusus secepatnya, mengingat telah berjatuhan 111 korban jiwa, 90-an hilang, dan 13 ribuan masih dalam pengungsian.
Menurut Masinton, kendala utama yang saat ini dihadapi adalah masih banyak daerah terisolir akibat banjir bandang membawa kayu-kayu besar serta sedimen sungai sehingga dukungan alat berat untuk membuka akses serta OMC untuk mengatasi kendala cuaca menjadi sangat dibutuhkan.
“Kondisinya memang memprihatinkan dan tentu ini semua butuh kerja sama, gotong royong. Kami yakin, dengan kekuatan bersama seluruh elemen pemerintah, kita bisa mengatasi musibah bencana banjir dan longsor ini dengan cepat,” ujar Masinton.
Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Selasa (9/12) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia di tiga provinsi akibat bencana hidrometeorologi ini berjumlah 964 jiwa.
Berdasarkan wilayah, korban meninggal dunia di Provinsi Aceh berjumlah 391 jiwa dan hilang 31 jiwa.
Di Sumut jumlah meninggal dunia sebanyak 338 jiwa dan hilang 138 jiwa, sedangkan Sumbar total korban meninggal dunia berjumlah 235 jiwa, 95 hilang.
Jumlah pengungsi di Sumbar 20.474 jiwa dan Sumut 45.503 jiwa. Adapun untuk jumlah pengungsi terbanyak di Provinsi Aceh berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan jumlah pengungsi berjumlah 252.623 jiwa, Kabupaten Aceh Timur 238.500 dan Aceh Utara sebanyak 166.920 jiwa.




