
“Melalui Pentaheliks bersinergi, diharapkan program pemulihan dan peningkatan rehabilitasi terumbu karang pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya mengembalikan kelestarian terumbu karang itu sendiri serta menahan laju perusakan baik kerusakan ekosistem hayati dan non-hayati,” kata Andi Eviana, Rabu (20/10).
Menurut Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Pendampingan Untad Yutdam Mudin, kegiatan ini sudah di mulai sejak Mei dan akan berakhir di November. Masa krusial dalam program ini setelah penanaman, karena bibit terumbu karang rawan mati. Oleh sebab itu, pihaknya terus fokus memonitor pertumbuhan setiap periode tertentu.
Kegiatan pendampingan, kata Yutdam, sudah dimulai sejak tanggal 24 Mei dan akan berakhir pada tanggal 19 November 2021. Namun demikian, transplantasi terumbu karang di 2 lokasi dengan 5.000 bibit terumbu karang yang mengikat di 1.100 balok beton telah rampung dikerjakan.
Ekosistem di beberapa kawasan Sulawesi Tengah rusak karena dipicu gempa bumi M7,4 pada 2018 lalu. Gempa bumi yang memicu terjadinya tsunami ini menyebabkan rusak dan hilangnya terumbu karang di kawasan Teluk Palu, yang masuk wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
Sejauh ini BNPB telah memberikan 7.400 bibit terumbu karang untuk pemulihan ekosistem pascabencana di Sulawesi Tengah. Pada 2020 lalu, total bibit ditanam berjumlah 2.400, sedangkan pada tahun ini sebanyak 5.000 bibit.





Komentar tentang post