Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

redaksi
10 Agustus 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

Perahu nelayan di Cagar Biosfer Togean. FOTO: DARILAUT.ID

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean, Bustang, mengatakan, untuk memutus mata rantai penangkapan ikan dengan cara merusak yang menggunakan bom ikan dan racun ada pada pengumpul atau pembeli ikan.

“Pengumpul atau pembeli harus dibekali cara untuk mengetahui ikan yang ditangkap dengan cara yang tidak ramah lingkungan,” kata Bustang kepada Darilaut.id.

Karena itu, kata Bustang, perlu dukungan pemerintah daerah untuk mengeluarkan kebijakan bagi pengumpul dan pembeli, untuk tidak menerima hasil tangkapan ikan dengan cara yang merusak. Kebijakan ini juga harus diketahui dan ditindaklanjuti oleh kepala desa dan camat.

Larangan membeli ikan yang ditangkap dengan cara yang tidak ramah lingkungan ini harus menjadi kebijakan bersama, selain juga memperbanyak operasi gabungan di dalam kawasan Taman Nasional Togean dan tempat-tempat lain.

Menurut Bustang, di lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai pelaku penangkapan ikan dengan cara merusak juga diberikan modal berupa alat tangkap.

Sosialisasi tanpa memberikan alternatif mata pencaharian, tidak akan memberikan hasil maksimal. Bila tidak ada peralatan yang memadai, kecenderungan kembali menangkap dengan cara merusak akan terus terjadi.

Bustang mengatakan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara merusak hanya segelintir orang, tetapi sangat merusak habitat terumbu karang dan biota laut.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Bom IkanPariwisatapariwisata berkelanjutanTaman Nasionalteluk tominiTogean
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Ini Beras Analog Terbuat Dari Kedelai dan Rumput Laut

Next Post

Mahasiswa Bentuk Koperasi Nelayan di Selayar

Postingan Terkait

Bibit Siklon Tropis 90S Masih Berada di dekat Pulau Enggano Bengkulu

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

6 Juni 2026
Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Next Post
Selayar

Mahasiswa Bentuk Koperasi Nelayan di Selayar

Komentar tentang post

TERBARU

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

AmsiNews

REKOMENDASI

Pengungsi Gempa Sumatra Barat 13 Ribu Orang, 4 Korban Dalam Pencarian

Tanam Mangrove di 74 Titik Seluruh Indonesia Pecahkan Rekor Muri

Ini Predator Hiu Megamouth

Kisah Orang Tugutil: nomad terakhir Halmahera yang terhimpit raksasa tambang dan kayu

Gempa Laut M6,4 Selatan Jawa: Lebih 240 Rumah Rusak, 10 Orang Luka-luka dan 1 tewas

Kota Gorontalo Menyuplai Air Bersih di Boalemo dan Bone Bolango yang Mengalami Kekeringan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.