Selasa, Juli 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

redaksi
14 Juli 2026
Kategori : Berita, Konservasi, Orca
0
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi integratif paus dengan bertumpu pada kosmologi “Ola Nuâng-Lefa Nué” masyarakat adat Lamalera di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. FOTO: KOLEKSI ALEXANDER AUR

Pemerintah mengeluarkan laut adat Lamalaera dari zona konservasi dan menempatkannya sebagai zona perikanan tradisional.

Hal ini belum cukup memadai dalam menggeser atau menggantikan paradigma dan pendekatan konservasi lama, yakni paradigma dan pendekatan konvensional atau fortress conservation.

Resistensi dan ”penolakan masyarakat adat Lamalera” menunjukkan bahwa ada persoalan dalam kebijakan tersebut.

Penggunaan paradigma dan pendekatan konservasi konvensional atau fortress conservation: manusia merupakan ancaman utama bagi kelestarian lingkungan sehingga perlindungan alam harus dilakukan dengan cara membatasi dan memisahkan secara tegas ruang manusia dan ruang alam, kata Dr. Alex.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Alex kemudian melakukan penelitian ”Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera” baik dari sisi empiris dan teoretis.

Alex mengatakan bahwa kosmologi masyarakat adat sebagai sumber ontologis, epistemik, normatif dan institusional dalam tata kelola konservasi. Ini menjamin keseimbangan relasi manusia (kampung) dan lingkungan (laut, paus), dan leuluhur, Tuhan berlangsung secara berkelanjutan.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BRINDr. Alexander AurDr. Bona BedingLamaleraMasyarakat Adat LamaleraNusa Tenggara Timur
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Postingan Terkait

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

14 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

14 Juli 2026

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Badai Tropis Haishen Terbentuk di Dekat Pulau Yap

Hujan yang Dibawa Topan Bavi Meluas di Daratan Cina, Lebih Dari 2,8 Juta Orang Dievakuasi

TERBARU

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

AmsiNews

REKOMENDASI

Darurat Covid-19, Penutupan Pelabuhan Wewenang Kemenhub

Festival Panggil Dugong Jadi Agenda Tahunan di Alor

Pemerintah Perketat Pengawasan Solar

Wisata Pantai, Perhatikan Tanda Strong Current

Cuaca Ekstrem di Laut, Syahbandar Wajib Tunda Keberangkatan

“Gapuro Sagoro” Fitur Gunung Laut di Timur Pulau Halmahera

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.