Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan penerapan konsep dan teknik baru peternakan laut ekologis, dan memungkinkan pengembangan budi daya perikanan yang ramah lingkungan.
Kolaborasi riset, antara lain penelitian tentang budi daya rumput laut. Juga spesies penting yang bernilai ekonomi lainnya, seperti lobster, abalon, barramundi, dan penelitian ekosistem laut pada umumnya.
Kepala Pusat Riset Oseanografi (PRO) BRIN Udhi Eko Hernawan, mengatakan, kerja sama ini bertujuan mempromosikan kolaborasi riset kelautan antara BRIN dan Institute of Oceanology CAS (IOCAS).
Menurut Udhi, ‘laboratory‘ pada Sims bukan berarti tentang laboratorium, tapi lebih kepada aktivitas dari penelitian.
Laboratory yang dimaksud bukan arti dari laboratorium sebenarnya, tapi lebih ke aktivitas penelitian itu sendiri, peningkatan kapasitas, pengembangan sumber daya manusia termasuk beasiswa, simposium dan lokakarya, pelatihan, dan kunjungan ilmuwan, ujar Udhi.
Lokasi penelitian berfokus di sekitar Pulau Lombok. Pihaknya juga bekerja sama dengan Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN, dan Badan Riset dan Inovasi Daerah.
Udhi juga mengenalkan website Sims yang bisa diakses melalui tautan https://sims.qdio.ac.cn/.
Program Sims merupakan bagian dari implementasi perjanjian dalam bentuk Plan of Operation (PoP) dalam bidang peternakan laut ekologis, antara PRO BRIN dan IOCAS pada 5 Juli 2022 lalu.





Komentar tentang post