“Kami yakin bahwa hasil dari riset ini akan memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan keberlanjutan operasional kapal,” kata Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa.
Pelaksanaan riset mencakup tahapan formulasi, aplikasi pelapis pada pelat baja, serta uji perendaman selama enam bulan hingga satu tahun di lokasi pengujian PT PAL Indonesia.
Pengamatan utama difokuskan pada tingkat pertumbuhan biofouling dan ketahanan pelapis terhadap kolonisasi organisme laut, yang dievaluasi melalui analisis visual dan pengukuran cakupan organisme.
Di samping itu, pemantauan terhadap parameter oseanografi seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, dan nutrien laut juga dilakukan secara berkala.
Riset bersama ini diharapkan menghasilkan data ilmiah yang kredibel sebagai dasar rekomendasi teknis untuk industri pelayaran nasional. Membuka peluang komersialisasi produk pelapis karya anak bangsa dalam bentuk paten dan lisensi teknologi.
Kolaborasi ini juga mencerminkan sinergi antara lembaga riset dan industri strategis dalam memperkuat sistem inovasi maritim yang berkelanjutan dan berdaya saing global.




