Tim yang diketuai peneliti PRIMA BRIN Widodo Setiyo Pranowo menjalankan simulasi menggunakan data arus laut dan sejumlah skenario kondisi korban serta dorongan angin.
Pemodelan dengan ribuan partikel hipotetik menghasilkan peta probabilitas yang menggambarkan kemungkinan wilayah penyebaran berdasarkan dinamika arus, gelombang, dan angin.
Menurut Widodo, dinamika arus dan gelombang menjadi faktor penting dalam memperkirakan arah dan kecepatan hanyut.
“Kecepatan hanyut yang dibangkitkan gelombang itu sekitar 40% dari total arus permukaan yang ada di lokasi itu. Jadi, kondisi arus seperti ini akan sangat penting bagi prediksi penyebaran korban,” ujar Widodo seperti dikutip dari Brin.go.id.
Dalam pemodelan tersebut, tim BRIN menyimulasikan ribuan partikel hipotetik yang merepresentasikan orang dengan berat badan tertentu dan menggunakan pelampung.
Pergerakannya dihitung secara berkala dengan mempertimbangkan arus, angin, serta penyimpangan arah akibat bagian tubuh yang berada di atas permukaan air atau dikenal sebagai leeway.
Tim juga menggunakan skenario berat badan 60 – 70 kilogram, untuk melihat pola sebaran dan probabilitasnya.
Hasil pemodelan menunjukkan pentingnya ketepatan informasi lokasi awal, versi koordinat lokasi hilang kontak yang berbeda sekitar 30 kilometer menghasilkan lintasan yang sangat berbeda, kata Widodo.




