Erma mengatakan dengan posisi strategis Indonesia di kawasan ekuator dan di tengah lintasan sistem atmosfer global, riset seperti ini menjadi sangat penting. Kami berupaya membangun sistem prediksi yang berbasis ilmu pengetahuan tropis, bukan sekadar adopsi teknologi dari zona subtropis yang belum tentu relevan.
Riset RiME-X mendukung berbagai agenda nasional seperti RPJMN 2025–2029, khususnya dalam mendukung sistem pertanian presisi, ketahanan pangan, dan perikanan berbasis iklim.
Dengan semakin meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global, sistem prediksi berbasis data lokal, teknologi AI, dan pemodelan numerik presisi tinggi menjadi kebutuhan mendesak.
BRIN berkomitmen menjadi pusat unggulan riset cuaca dan iklim tropis di Asia Tenggara. Dengan dukungan fasilitas modern dan jaringan kolaboratif, hasil-hasil riset seperti RiME-X diharapkan mampu mendukung perencanaan nasional yang lebih adaptif terhadap risiko iklim dan memperkuat ketahanan masyarakat Indonesia di masa depan.




