Dari ketiga program utama tersebut dikelompokkan ke dalam 10 Work Breakdown Structures/ WBS yang dipimpin oleh seorang Group Leader, di mana jumlah kegiatan riset yang akan dilaksanakan sebanyak 41 judul.
“Kita akan melakukan riset yang berorientasi kepada kebutuhan pengguna. Jadi kebutuhan global seperti SDG’s dan kebutuhan Nasional yang akan men-drive arah riset kita,” kata Rachmat.
Secara rinci terkait dengan teknologi kunci Inderaja. Teknologi tersebut merupakan rangkuman dari hasil riset di PR Inderaja saat ini.
Di antaranya mission requirement for payload, lalu pengembangan payload itu sendiri, sistem akuisisi stasiun bumi, pre processing, pengembangan software, radar processing, mosaic dan analysis ready data.
Kemudian, karakteristik spektral, remote sensing earth engine, teknologi pengenalan ciri fisik dan interaksi gelombang elektromagnetik, deteksi parameter geobiofisik, pengembangan model 2 dan 3 dimensi, serta pengembangan metode klasifikasi termasuk artificial intelligence.
“Teknologi kunci yang kita kuasai tersebut telah mendapat pengakuan pihak ketiga ditinjau dari berbagai parameter seperti publikasi internasional, hak kekayaan intelektual, purwarupa, model dan seterusnya. Jadi bukan hanya hasil mengaku-ngaku untuk mendapat pengakuan,” ujarnya.





Komentar tentang post