Curah hujan ekstrem mendatangkan malapetaka dan banyak korban di banyak negara di kawasan tersebut.
Siklon tropis meninggalkan jejak kerusakan, sementara kekeringan menyebabkan kerugian ekonomi dan pertanian yang besar.
“Laporan Keadaan Iklim di Asia menyoroti perubahan dalam indikator iklim utama seperti suhu permukaan, massa gletser, dan permukaan laut, yang akan berdampak besar bagi masyarakat, ekonomi, dan ekosistem di kawasan tersebut. Cuaca ekstrem sudah menimbulkan korban yang sangat besar,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo, mengutip siaran pers WMO.
“Pekerjaan Badan Meteorologi dan Hidrologi Nasional dan mitra mereka lebih penting dari sebelumnya untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian,” katanya.
Laporan tersebut mencakup studi kasus dari Nepal, yang menunjukkan bagaimana sistem peringatan dini dan tindakan antisipatif yang diperkuat memungkinkan masyarakat untuk bersiap dan menanggapi variabilitas dan perubahan iklim, sehingga membantu melindungi kehidupan dan mata pencaharian.
Laporan Keadaan Iklim merupakan laporan utama WMO dan menyediakan informasi yang relevan dengan kebijakan untuk pengambilan keputusan nasional dan regional.




