Spesies ini, kata Firdaus, tidak aktif bergerak dan hidup di habitat yang spesifik (daerah terumbu karang dan padang lamun). Hal ini menyebabkan tidak adanya percampuran populasi tiap anggota spesies di wilayah tersebut.
Lewat studi analisa molekuler menunjukkan bahwa sifat biologi yang unik dari kelompok hiu berjalan ini yang menyebabkan terjadinya proses spesiasi secara alami yang mengikuti pergerakan lempeng tektonik dan proses hidrologi dalam waktu kurun puluhan juta tahun yang silam.
“Setiap jenis ikan Hemiscyllium memiliki kekhasan genetik yang ditunjukkan secara morfologis melalui pola dan corak warna yang berbeda-beda,” kata Firdaus.
“Keragaman genetis dari setiap spesies ikan hiu berjalan ini merupakan suatu keunikan tersendiri yang harus dipertahankan untuk terjaga kemurniannya.“
Hasil penelitian di perairan Maluku Utara, deskripsi fenotip hiu berjalan halmahera (Hemiscyllium halmahera) memiliki corak bintik yang unik, berwarna coklat. Selain itu, memiliki ukuran yang bervariasi dan terdistribusi pada bagian atas tubuh terkecuali perut.
Lokasi tersebut berada di perairan laut Loleo (Halmahera Tengah), Pulau Tidore, Maitara, Lelei (Halmahera Selatan) dan Mare.
Secara umum karakteristik fenotip hiu berjalan halmahera memiliki kemiripan yang tinggi pada setiap lokasi penelitian. Kesamaan ini diduga bahwa populasi hiu berjalan halmahera berasal dari keturunan yang sama.





Komentar tentang post