Kemudian diatur turunannya dalam Peraturan Menteri Pertanian tentang Sistem Peringatan Dini dan Penanganan Dampak Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian.
Penyuluh juga memiliki peran penting untuk menyampaikan informasi yang terdapat pada SI Katam Terpadu kepada petani dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti.
“Peran penyuluh sebagai science communicator perlu dimaksimalkan di Kementan,” katanya.
Aris bersama empat periset di PRIMA BRIN mendukung Direktorat Perlindungan Hortikultura – Kementan dalam mengembangkan sistem peringatan dini dampak perubahan iklim dan jadwal tanam untuk tanaman hortikultura, khususnya komoditas bawang merah dan cabai merah.
Selain itu berkolaborasi dengan akademisi Sekolah Vokasi IPB dalam mengembangkan agrometeorologi digital 4.0 untuk tanaman kopi, untuk menentukan jadwal panen kopi.
Kolaborasi ini melibatkan berbagai bidang keahlian, seperti agroklimatologi, instrumentasi meteorologi, agronomi, teknologi informasi, manajemen perkebunan, dan analisis sistem.
“Kolaborasi ke depan, kami akan menjajaki skema-skema kerja sama dan pendanaan riset yang ada di BRIN, arahnya akan ke sana,” ujarnya.
Dengan bergabung di BRIN, dapat memperkaya dan memperkuat riset terkait perubahan iklim, terutama terapannya untuk bidang pertanian.





Komentar tentang post