Deklarasi tersebut menyambut baik keputusan yang dibuat pada Majelis Lingkungan PBB kelima yang diadakan awal tahun ini di Nairobi, Kenya. Dengan membentuk komite negosiasi antar pemerintah untuk mengembangkan instrumen yang mengikat secara hukum tentang polusi plastik.
Negara-negara Anggota memberikan resolusi bersejarah untuk menempa perjanjian pada tahun 2024.
Ekonomi Biru
Diperkirakan pada tahun 2030, populasi pesisir dunia akan menyumbang tiga triliun dolar untuk ekonomi global di berbagai sektor seperti perikanan, pariwisata, serta ekonomi hijau dan biru yang muncul seperti energi terbarukan dan bioteknologi kelautan.
Ekonomi biru akan menjadi lebih penting lagi bagi negara-negara di seluruh Afrika dan negara-negara kepulauan yang sedang berkembang.
Deklarasi tersebut mengakui pentingnya membangun ekonomi biru yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.
Ini dimulai dengan mengakui bahwa laut adalah dasar bagi kehidupan di planet kita dan masa depan kita karena menyediakan layanan yang tak terhitung jumlahnya. Termasuk memasok oksigen, berkontribusi pada ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja yang tak terhitung jumlahnya, dan bertindak sebagai penyerap karbon.
Deklarasi tersebut lebih lanjut menegaskan bahwa konservasi dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan dan kemajuan solusi berbasis alam sangat penting untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan, inklusif, dan tahan terhadap Covid-19, yang secara tidak proporsional telah menghantam negara-negara berkembang.





Komentar tentang post