Sabtu, Agustus 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Rantai Makanan dalam Ekosistem Mangrove di Pohuwato Tercemar Merkuri

redaksi
26 Juli 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Rantai Makanan dalam Ekosistem Mangrove di Pohuwato Tercemar Merkuri

Mangrove di pesisir Pohuwato. FOTO. DOK. SUSCLAM

GURU besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof Dr Ramli Utina mengatakan, rantai makanan di pesisir dan sungai dalam ekosistem mangrove di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, telah tercemar logam berat merkuri.

Hal ini diindikasikan dengan adanya paparan merkuri pada biota perairan, mangrove dan burung. “Biota yang hidup dalam ekosistem mangrove terpapar merkuri,” kata Ramli, yang juga dosen Pascasarjana UNG.

Selama dua tahun, di 2015 dan 2016, Ramli melakukan penelitian kandungan logam berat di pesisir Pohuwato yang berada di Teluk Tomini. Lokasi ini berada muara sungai Taluduyunu dan Randangan, serta di pesisir yang ditumbuhi mangrove di Pohuwato.

Konsentrasi penelitian selama dua tahun, pada burung-burung, biota perairan dan akar mangrove. “Dalam akar mangrove sudah tercemar merkuri,” ujarnya.

Menurut Ramli, akar mangrove yang tercemar merkuri ini jenis Rhizophora, Avicenia, Sonneratia dan Bruguiera. Empat jenis mangrove ini paling mendominasi pesisir dan muara di Pohuwato. Kandungan merkuri pada jenis mangrove tersebut rata-rata 0,052 ppm.

Sebanyak 15 jenis biota laut yang hidup di pesisir dan muara sungai yang ditumbuhi mangrove juga telah diteliti. Hasilnya, jenis kerang, udang dan ikan kecil terkontaminasi merkuri.

Biota yang hidup di mangrove ini menjadi mangsa dari beberapa jenis burung. Burung-burung ini pun telah terpapar merkuri.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: merkuripohuwatoWorld Mangrove Day
Bagikan10Tweet5KirimKirim
Previous Post

Tentang Mangrove

Next Post

Ilustrasi : Mangrove Menyerap Karbon Dioksida 39,75 Ton per Tahun

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Ilustrasi : Mangrove Menyerap Karbon Dioksida 39,75 Ton per Tahun

Ilustrasi : Mangrove Menyerap Karbon Dioksida 39,75 Ton per Tahun

Komentar tentang post

TERBARU

BMKG Kirim Tim Ahli Survei Pemetaan Gempa Bumi M 7,7 di NTT dan Tsunami

Massive M7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara Caused by Flores Back-Arc Thrust Activity, Tsunami Waves Reach 10 Coastal Locations

Gempa Dahsyat NTT Akibat Aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores, BMKG Catat 235 Susulan

Gempa Dahsyat NTT, 2.000 Warga Kabupaten Nagekeo Evakuasi Mandiri

Gempa Dahsyat NTT, Satu Orang Meninggal dan Puluhan Bangunan Rusak

Gempa Dahsyat NTT, BMKG Mencatat Gelombang Tsunami Tiba di 10 Titik Pesisir

AmsiNews

REKOMENDASI

Pentingnya Kolaborasi Internasional Memperkuat Mitigasi Tsunami di Samudra Hindia

Dewan Pers Timor-Leste Meluncurkan Cek Fakta

InaBuoy, Teknologi Deteksi Dini Tsunami Berbasis Buoy

Siklon Chantu dan Conson Berdampak Hujan dan Gelombang Laut

Fakultas Kedokteran UNG Perkuat Transformasi Pendidikan dan Evaluasi Kurikulum

Riset LSI Denny JA, 99 Persen Kasus Virus Corona Selesai Bulan Juni 2020

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.