Tim bergerak ke Pasar Boswesen. Beruntung ikan purba ini masih ada. Tim mengamankan ikan tersebut dan melakukan pendataan morfometri.
Pada Rabu (19/6), Loka PSPL Sorong mendapat kunjungan dari Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, LKBL LIPI Bitung, FPIK Unsrat, UKIP Sorong dan Aquamarin Fukusima Jepang. Tim mendiskusikan penemuan Coelacant yang tertangkap di perairan Raja Ampat tersebut.
Sehari kemudian, pada Kamis (20/6), Loka PSPL Sorong, secara kolaboratif melakukan kembali pengukuran morfometrik spesimen Coelacanth.

Pengukuran dilakukan oleh P2O LIPI, LPSPL Sorong dan Poltek KP Sorong. Data hasil pengukuran ini akan didaftarkan untuk mendapatkan nomor registrasi dari Coelacanth Conservation Council.
Hasil pengukuran morfometri sebagai berikut:
- Panjang total ikan: 98 cm
- Berat ikan: 12,48 kg
- Lingkar tubuh: 57 cm
- Panjang kepala: 22 cm
- Panjang sirip dada: 22 cm
- Panjang sirip punggung bagian depan: 13 cm
- Panjang sirip punggung bagian belakang: 15 cm
- Panjang sirip perut bagian depan: 14 cm
- Panjang sirip perut bagian belakang: 15 cm.*





Komentar tentang post