Sementara itu, Cynthia Darmawan dari Petambak Muda Indonesia (PMI) berbagi cerita tentang pengalamannya kuliah di luar negeri dan bagaimana ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan melanjutkan usaha keluarganya bertambak udang.
Menurut Cynthia, kita harus bangga menjadi menjadi aktor di bidang perikanan yang turut berkontribusi untuk Indonesia.
Setelah sesi ini, ada 7 startup/pelaku inovasi mengikuti Pitching Session yaitu Nanobubble.id, eFAD Rumpon Portable, Mina Indonesia, Pictafish, Alune, BAUR, dan Balai Pengembangan Budidaya Laut Ambon.
Pada sesi kedua konferensi, menampilkan 5 komponen penting dalam ekosistem inovasi digital perikanan yakni startup, accelerator, venture capital dan KKP. Sesi ini dengan moredator Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor yang juga sebagai Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Kelautan dan Perikanan Luky Adrianto.
Narasumber Gibran Huzaifah menceritakan bagaimana pengalamannya memulai eFishery sebagai startup pionir di bidang perikanan khususnya akuakultur pada tahun 2012. Hingga sekarang berhasil meraih pendanaan 4 juta dolar dari investor dan pengguna produk inovasinya, yakni alat pemberi pakan ikan/udang otomatis yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia. eFishery juga menginisiasi hadirnya Kampung Perikanan Digital di berbagai daerah untuk meningkatkan adopsi teknologi di bidang akuakultur.





Komentar tentang post