Hal ini merupakan instrumen penting tata kelola lingkungan hidup internasional dan hukum lingkungan hidup internasional.
UNEA-6 juga menyambut generasi muda untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak lingkungan hidup mereka sendiri, yang menyerukan kesetaraan antar generasi yang lebih besar.
Deklarasi Menteri pada hari penutupan menegaskan komitmen Negara-negara Anggota untuk memperlambat perubahan iklim, memulihkan dan melindungi keanekaragaman hayati, menciptakan dunia yang bebas polusi dan menghadapi masalah penggurunan.
Kemudian, degradasi lahan dan tanah, kekeringan dan penggundulan hutan dengan mengambil pendekatan multilateral yang efektif, inklusif dan berkelanjutan.
“Saya bangga mengatakan bahwa ini adalah Majelis yang sukses, di mana kami memajukan mandat inti kami: hak asasi manusia yang sah atas lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan, di mana pun,” kata Leila Benali, Presiden UNEA-6 dan Menteri Transisi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan Maroko.
“Kami telah menyetujui 15 resolusi, dua keputusan dan satu deklarasi menteri.”
Leila mengatakan sebagai pemerintah, kita perlu mendorong lebih banyak dan menciptakan kembali kemitraan dengan para pemangku kepentingan utama untuk melaksanakan mandat ini.
”Kita perlu terus bermitra dengan masyarakat sipil, terus membimbing dan memberdayakan generasi muda kreatif kita, dan juga dengan sektor swasta dan filantropi,” ujarnya.




