Diskusi publik yang dirangkai dengan kegiatan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-2 AMSI Kalimantan Timur tersebut, dimoderatori dosen Universitas Balikpapan Andi Surayya. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber masing-masing dari Kepolisian Daerah Kalimantan Timur diwakili oleh AKP Syakir Arman yang merupakan pimpinan Sub Direktorat V Siber, Wamustofa Hamzah anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, dan Direktur Eksekutif AMSI Stefanus Felix Lamuri.
Koordinator Wilayah AMSI Kalimantan, Sumarsono, mengatakan, AMSI Kalimantan Timur mempunyai peran penting upaya menangkal hoax melalui pemberitaan media yang punya indikator Trustworthy.
“Berita itu disusun melalui proses yang cukup panjang karena ada beberapa yang perlu dilakukan yaitu kaidah-kaidah jurnalistik dan check and recheck”. Potensi media sebagai benteng penangkal hoax nampaknya tidak dapat ditawar lagi, kata Sumarsono.
Wamustofa Hamzah dari Bawaslu menggarisbawahi pentingnya inisiatif semacam Trustworthy ini. “Bagaimana mungkin kita dapat melawan ratusan hingga ribuan hoaks sehari? Ini harus menjadi sebuah kerja sama kolaboratif terutama dalam situasi pemilu saat ini,” kata Wamustofa.
Terlebih informasi hoax yang beredar cepat saat ini kerap bersumber dari pihak yang tidak kita duga.




