“Alhamdulillah, program sudah bergulir di 12 provinsi. Salah satunya di Beji, Depok, yang kemarin sempat dikunjungi Chef Aiko untuk mengkreasikan masakan dari hasil panen kebun tersebut,” ujar Nasyith.
Perjalanan 27 tahun Dompet Dhuafa bukanlah hal yang mudah dilalui. Berbagai rintangan maupun tantangan selalu ada dan menghiasi langkah hingga kini. Inilah tiga nilai semangat yang selalu dijaga oleh Dompet Dhuafa yaitu: Ikhlas, ke Indonesiaan dan kemoderenan. Sudah sering menjumpai bencana yang terjadi di Indonesia seperti: banjir, tanah longsor, gempa dan lain-lain.
Energi pun terkuras, namun keikhlasan dalam kerja-kerja tersebut menjadi penguat. Pada nilai kedua yaitu ke Indonesiaan, DD lahir, hidup di Indonesia dan konsen di Indonesia. Karena kita ketahui bersama, di Indonesia kemiskinan masih menjadi momok.
“Saatnya bersama-sama dan berusaha mengurangi beban kaum dhuafa dengan berbagai cara. Salah satunya inisiasi untuk kemudahan berdonasi di layanan berbasis teknologi dan digitalisasi,” ujar Nasyith.
Nasyith mengatakan, nilai terakhir adalah kemoderanan. Sangat penting bagi DD, karena tidak bisa dipungkiri apa yang terjadi di negeri ini dan seluruh dunia selalu berkembang dengan kemoderanan. Baik dengan teknologinya maupun manajemennya.





Komentar tentang post