Selain itu, masyarakat juga memperoleh pengetahuan mengenai metode penambangan yang ramah lingkungan dan pentingnya menjaga asupan makanan sehat untuk terhindar dari paparan merkuri.
Pemerintah Desa Totopo menyampaikan terima kasih kepada DRTPM dan tim pengabdian UNG.

Hal ini karena kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan baru kali ini dilaksanakan di Desa Totopo.
Begitu pula dengan karang taruna, yang akan menindaklanjuti dan menerapkan teknologi ramah lingkungan tersebut.
Dengan adanya teknologi retort yang inovatif, diharapkan masyarakat dapat mengolah emas dengan cara yang lebih aman dan berkelanjutan, mengurangi risiko kesehatan yang sering kali terkait dengan praktik penambangan tradisional.
Program ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk melaksanakan inisiatif serupa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan menjaga lingkungan.
Dengan adanya program ini, tidak hanya menjadi langkah maju dalam pengolahan emas, tetapi juga sebagai simbol perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah dan institusi pendidikan terhadap masyarakat lokal. (Novita J. Kiraman)




