Selasa, September 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dugong yang Terpisah dengan Induknya Diberi Susu dan Vitamin

redaksi
31 Maret 2019
Kategori : Berita, Orca
0
Juvenil Dugong

FOTO: TWITTER/SBS

Jakarta – Juvenil dugong (Dugong dugon) yang ditemukan terdampar di Pulau Kri, Raja Ampat, Papua Barat diberikan susu dan vitamin.

Secara teori sulit melakukan penanganan bayi dugong yang terpisah denhgan induknya.

“Treatmen dan kemampuan tim mampu membuktikan bahwa teori tersebut hanya untuk referensi,” kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir Ikram M Sangadji MSi, Minggu (31/3).

Seperti diberitakan, seekor dugong ditemukan terdampar di Pulau Kri, Selasa (26/3). Dugong ini dengan panjang 50 centimeter ditemukan Papua Diving.

Penanganan awal dilakukan di dalam bak. Untuk treatmen bayi dugong ini diberikan susu dan vitamin. “Kondisi kesehatan juga diamati baik fisik dan psikis,” ujar Ikram yang memimpin penanganan bayi dugong ini.

Jika sudah membaik, menurut Ikram, akan dilanjutkan dengan treatmen alam beberapa hari di shalter net. Shelter net ini berukuran 4 x 4 meter.

Selanjutnya, untuk aklamatisasi dan pemantauan pergerakan induk juga dilakukan di sekitar lokasi. Jika induk terpantau, maka bayi dugong akan melakukan kontak dengan induknya melalui suara.

“Induk akan merapat ke sekitar shalter net,” katanya.

Proses ini membutuhkan konsistensi personal dan kemampuan memetakan kondisi alam. Tim harus lengkap, terdiri dari dokter hewan, oseanografi dan ekologi, juga relawan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKKPN KupangDugongPapua BaratTerdampar
Bagikan50Tweet3KirimKirim
Previous Post

Kapal Perintis dan Tol Laut Jangkau Kepulauan Talaud

Next Post

Dari Cantrang ke Gillnet

Postingan Terkait

BMKG Akan Menganalisis Secara Komprehensif Gempa M 7,7 dan Tsunami Laut Flores

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

15 September 2026
Gempa Susulan Laut Flores NTT Membentuk Klaster Tersendiri

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

15 September 2026

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

Yayasan Bumi Tangguh Salurkan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Citra Satelit Copernicus Sentinel-5P Memperlihatkan Peningkatan Konsentrasi Sulfur Dioksida Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

46 Kecelakaan Kapal Ro-Ro di Perairan Indonesia, KNKT Ingatkan Soal Akurasi Manifes dan Muatan

Kapal Ro-Ro KMP Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa Sudah Berusia 39 Tahun

Next Post
Cantrang

Dari Cantrang ke Gillnet

Komentar tentang post

TERBARU

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

Yayasan Bumi Tangguh Salurkan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Citra Satelit Copernicus Sentinel-5P Memperlihatkan Peningkatan Konsentrasi Sulfur Dioksida Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Hak Kesehatan Anak di Tengah Pandemi Covid-19

Badai Ida yang Sangat Berbahaya Menuju Louisiana

KKP akan Terus Melakukan Penenggelaman Kapal Ikan Asing Pelaku Illegal Fishing

Banjir di Kota Ternate Menyebabkan 13 Orang Meninggal Dunia

Saat Makan Bersama Risiko Infeksi Covid-19 Lebih Tinggi

KRI Silea-858 Tangkap Kapal di Perairan Pulau Nipah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.