Senin, Juni 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dugong yang Terpisah dengan Induknya Diberi Susu dan Vitamin

redaksi
31 Maret 2019
Kategori : Berita, Orca
0
Juvenil Dugong

FOTO: TWITTER/SBS

Jakarta – Juvenil dugong (Dugong dugon) yang ditemukan terdampar di Pulau Kri, Raja Ampat, Papua Barat diberikan susu dan vitamin.

Secara teori sulit melakukan penanganan bayi dugong yang terpisah denhgan induknya.

“Treatmen dan kemampuan tim mampu membuktikan bahwa teori tersebut hanya untuk referensi,” kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir Ikram M Sangadji MSi, Minggu (31/3).

Seperti diberitakan, seekor dugong ditemukan terdampar di Pulau Kri, Selasa (26/3). Dugong ini dengan panjang 50 centimeter ditemukan Papua Diving.

Penanganan awal dilakukan di dalam bak. Untuk treatmen bayi dugong ini diberikan susu dan vitamin. “Kondisi kesehatan juga diamati baik fisik dan psikis,” ujar Ikram yang memimpin penanganan bayi dugong ini.

Jika sudah membaik, menurut Ikram, akan dilanjutkan dengan treatmen alam beberapa hari di shalter net. Shelter net ini berukuran 4 x 4 meter.

Selanjutnya, untuk aklamatisasi dan pemantauan pergerakan induk juga dilakukan di sekitar lokasi. Jika induk terpantau, maka bayi dugong akan melakukan kontak dengan induknya melalui suara.

“Induk akan merapat ke sekitar shalter net,” katanya.

Proses ini membutuhkan konsistensi personal dan kemampuan memetakan kondisi alam. Tim harus lengkap, terdiri dari dokter hewan, oseanografi dan ekologi, juga relawan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKKPN KupangDugongPapua BaratTerdampar
Bagikan50Tweet3KirimKirim
Previous Post

Kapal Perintis dan Tol Laut Jangkau Kepulauan Talaud

Next Post

Dari Cantrang ke Gillnet

Postingan Terkait

Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

14 Juni 2026
Tambak

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

14 Juni 2026

TEMPO Kembali Mengalami Serangan Digital

Mahasiswa Teknik Geologi UNG dan BPBD Provinsi Gorontalo Salurkan Bantuan ke Lokasi Banjir di Gorontalo Utara

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Next Post
Cantrang

Dari Cantrang ke Gillnet

Komentar tentang post

TERBARU

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

TEMPO Kembali Mengalami Serangan Digital

Mahasiswa Teknik Geologi UNG dan BPBD Provinsi Gorontalo Salurkan Bantuan ke Lokasi Banjir di Gorontalo Utara

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa M5,9, Warga Bolaang Mongondow Selatan Sempat Panik

Tiba di Gorontalo 21 ABK Nazila 05 Korban Kapal Tenggelam di Laut Maluku Menuju Minahasa Utara

Paus Bryde Ditemukan Mati Terdampar di Aceh Besar

Topan Super Ragasa Menumbangkan Ratusan Pohon dan 12 Kejadian Banjir di Hong Kong

Menteri Suharso Jelaskan Smart City dan Transformasi Digital

Banjir Paling Banyak Terjadi di Tahun 2021

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.