Minggu, Juni 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ekoteologi dan Kearifan Lokal Dinilai Jadi Kunci Menghadapi Krisis Lingkungan di Indonesia

Novita J. Kiraman
21 November 2025
Kategori : Berita
0
Ekoteologi dan Kearifan Lokal Dinilai Jadi Kunci Menghadapi Krisis Lingkungan di Indonesia

FOTO: HUMAS BRIN

Pandangan serupa disampaikan Bambang Irawan, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia menyatakan bahwa nilai religius dan adat telah lama menjadi pondasi konservasi alam di berbagai komunitas. Salah satu contoh nyata adalah Ekoteologi Parmalim di Sumatra, yang mengajarkan bahwa alam adalah ciptaan Debata (Tuhan) sehingga wajib dijaga.

“Dalam ajaran Parmalim, ada prinsip Malomak Pasalongan: siapa pun yang menebang satu pohon wajib menanam kembali sepuluh pohon. Ini menunjukkan bahwa spiritualitas dapat menjadi landasan kuat bagi pelestarian lingkungan.”

Bambang menambahkan bahwa pelestarian alam dan kemandirian ekonomi dapat dicapai melalui sinergi empat pilar: spiritualitas, adat dan budaya, ekonomi berkelanjutan, dan kelembagaan. Kolaborasi antar pilar tersebut menurutnya harus menjadi strategi utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.

Sementara itu, Fatimah Zuhrah, peneliti Pusat Riset Agama dan Kepercayaan BRIN, memaparkan hasil kajiannya mengenai praktik ekoteologi berbasis adat di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Salah satu tradisi yang masih lestari adalah Lubuk Larangan, yakni aturan adat yang melarang penangkapan ikan di sungai tertentu pada waktu tertentu.

“Tradisi ini tidak hanya melindungi ekosistem sungai, tetapi juga memperkuat nilai spiritual masyarakat karena diperkuat oleh ajaran Islam.”

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINEkoteologi dan Kearifan LokalKrisis Lingkungan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

PPID UNG Sampaikan Strategi dan Kebijakan Keterbukaan Informasi pada Forum Uji Publik

Next Post

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

Postingan Terkait

Krisis Iklim: Pemanasan Global Mengubah Wajah Planet Bumi

1,1 Miliar Anak Menghadapi Tiga Bahaya Iklim

21 Juni 2026
949 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

949 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

21 Juni 2026

Tim BMKG Survei Gempa Darat Merusak M6,7 di Sulawesi Tengah

Pemerintah Sediakan Bantuan Bagi Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 2215 Unit

KKN Kolaboratif UNG – UGM Angkat Potensi Lokal

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Boalemo

Next Post
Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

TERBARU

1,1 Miliar Anak Menghadapi Tiga Bahaya Iklim

949 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Tim BMKG Survei Gempa Darat Merusak M6,7 di Sulawesi Tengah

Pemerintah Sediakan Bantuan Bagi Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 2215 Unit

KKN Kolaboratif UNG – UGM Angkat Potensi Lokal

AmsiNews

REKOMENDASI

Pendidikan Kebencanaan Penting untuk Publik

Asupan Natrium Berlebihan Penyebab Utama Kematian

Cuaca Buruk, Penumpang di Kepulauan Seribu dan Wisatawan di Karimunjawa Dievakuasi

Tahun 2025 UNG Catat 478 Prestasi, Juara Nasional 358

Hari Hiu Paus Internasional Dipusatkan di Botubarani Gorontalo

Setelah Survei 26 Tahun Babirusa di Pulau Buru Terekam Kamera

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.