Selasa, Mei 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ekoteologi dan Kearifan Lokal Dinilai Jadi Kunci Menghadapi Krisis Lingkungan di Indonesia

Novita J. Kiraman
21 November 2025
Kategori : Berita
0
Ekoteologi dan Kearifan Lokal Dinilai Jadi Kunci Menghadapi Krisis Lingkungan di Indonesia

FOTO: HUMAS BRIN

Darilaut – Krisis lingkungan yang melanda berbagai wilayah di Indonesia dan dunia dinilai sebagai cerminan nyata dari relasi manusia dengan alam yang semakin timpang. Di tengah meningkatnya kerusakan ekosistem, pendekatan ekoteologi dan kearifan lokal kembali menjadi sorotan sebagai solusi yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga spiritual dan berbasis nilai budaya. Hal tersebut mengemuka dalam Webinar bertema “Spiritualitas Islam dan Kepercayaan Lokal dalam Konservasi Lingkungan untuk Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia”, yang digelar secara hybrid di Jakarta pada Rabu (19/11).

Aji Sofanudin, Kepala Pusat Riset Agama dan Kepercayaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menegaskan bahwa ekoteologi hadir sebagai respon moral dan spiritual atas krisis lingkungan global. Ia menyampaikan bahwa kesadaran untuk menjaga alam bukan hanya tugas ekologis, tetapi juga bagian dari ibadah.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa merawat alam merupakan bentuk penghambaan kepada Tuhan. Karena itu, memulihkan hubungan manusia dan lingkungan harus dimulai dari kesadaran spiritual,” ujar Aji.

Aji juga menekankan bahwa kajian ekoteologi telah menjadi prioritas di Kementerian Agama, sejalan dengan upaya penguatan peran agama dalam isu-isu pembangunan berkelanjutan. Ia berharap webinar ini mampu menjadi ruang tukar gagasan yang mendalam mengenai hubungan antara Islam, kepercayaan lokal, dan konservasi lingkungan, serta memberi arah baru bagi pendekatan kebijakan yang lebih holistik.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINEkoteologi dan Kearifan LokalKrisis Lingkungan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

PPID UNG Sampaikan Strategi dan Kebijakan Keterbukaan Informasi pada Forum Uji Publik

Next Post

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

Postingan Terkait

Bibit 93W di Laut Filipina Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

5 Mei 2026
UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

5 Mei 2026

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Next Post
Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

TERBARU

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

Serangan AS Terhadap Iran Menambah Eskalasi Berbahaya di Kawasan, Negara-negara Teluk Siaga Tinggi

Exploring BC.Game’s Unique Crypto Casino Experience

BNPB-UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir dan Longsor

PBB: Miliaran Orang Hidup Dalam Ketakutan Kehilangan Pekerjaan

Siklon Tropis Terbentuk di Tenggara Kupang Laut Timor

107 Nelayan di Perbatasan Indonesia – Malaysia Ikut Sertifikasi Ahli Alat Penangkapan Ikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.