Jumat, Mei 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Etika Lingkungan Tak Hanya Kepentingan Manusia Belaka

redaksi
29 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Telah Ditemukan 21 Spesies Baru Kepiting di Hutan Mangrove Timika

Kawasan hutan mangrove di Kabupaten Mimika. FOTO: DARILAUT.ID

“Kita sering kali melihat traditional ecological knowledge melalui wisdom dari human-centered perspective,” ujar Fadjar

Menurut Fadjar, pendekatan ekologi klasik umumnya hanya memandang pengetahuan lokal sebagai strategi adaptasi manusia terhadap lingkungan atau sebagai mekanisme konservasi sumber daya.

Padahal, pendekatan more-than-human berusaha melihat bagaimana relasi ontologis terbentuk antara manusia dan nonmanusia.

Dalam konteks tersebut, spirit maupun entitas nonmanusia tidak cukup dipahami hanya sebagai bentuk kepercayaan masyarakat, tetapi sebagai bagian aktif dalam kehidupan sosial.

Dalam konsep multispecies sociality, pandangan bahwa dunia sosial tidak hanya terdiri atas relasi antarmanusia. Relasi sosial juga melibatkan hewan, tumbuhan, virus, material, polusi, dan unsur ekologis lainnya yang bersama-sama membentuk kehidupan.

Fajar menyoroti persoalan etika lingkungan. Menurutnya, manusia selama ini cenderung menentukan sendiri apa yang dianggap benar atau salah dalam relasi dengan alam.

Fadjar mencontohkan praktik penebangan mangrove. Dari sudut pandang manusia, penebangan mungkin dianggap wajar selama tidak merusak ekosistem secara keseluruhan.

“Apakah penebangan mangrove itu etis kalau dilihat dari kacamata mangrove?” ujarnya.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINEtika LingkunganFadjar Ibnu Thufail
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

Next Post

Badai Tropis Jangmi Menguat di Laut Filipina, Mengarah ke Kepulauan Ryukyu

Postingan Terkait

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Badai Tropis Jangmi Menguat di Laut Filipina, Mengarah ke Kepulauan Ryukyu

29 Mei 2026
Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

28 Mei 2026

BPBD Provinsi Gorontalo Mendata Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor di Bone Bolango dan Gorontalo Utara

Pentingnya Baseline Kuda Laut Indonesia

UNG Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Mandiri 2026

Lulus UTBK-SNBT di UNG Calon Mahasiswa Daftar Ulang

Siklon Tropis Jangmi Bawa Hujan di Sulawesi Utara dan Gelombang Tinggi di Laut Sulawesi

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Next Post
Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Badai Tropis Jangmi Menguat di Laut Filipina, Mengarah ke Kepulauan Ryukyu

TERBARU

Badai Tropis Jangmi Menguat di Laut Filipina, Mengarah ke Kepulauan Ryukyu

Etika Lingkungan Tak Hanya Kepentingan Manusia Belaka

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

BPBD Provinsi Gorontalo Mendata Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor di Bone Bolango dan Gorontalo Utara

Pentingnya Baseline Kuda Laut Indonesia

UNG Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Mandiri 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

6 Jenis Mamalia Laut Tercatat Saat Monitoring

Ini Prodi Paling Banyak Peminat di Universitas Negeri Gorontalo

Bibit Siklon Tropis 99S Terletak di Selatan Jawa Timur

Lahan Basah Diambang Kehancuran

134 Spesies Terancam Punah, Kolaborasi Global Berupaya Melindungi Burung Migran

Rumah Edukasi dan Ekowisata Penyu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.