Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

redaksi
17 April 2026
Kategori : Berita
0
Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

GAMBAR: BRIN

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan laut memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan manusia, Prof. Ario.

Prof. Ariomenekankan pentingnya pendekatan pengelolaan terpadu berbasis daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah pesisir untuk mengurangi beban nutrien yang masuk ke laut.

Eutrofikasi merupakan tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius dari komunitas ilmiah, pemerintah, dan masyarakat luas. Pendekatan ilmiah yang kuat harus disertai aksi nyata di lapangan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.

“Upaya mitigasi tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga memerlukan kebijakan yang kuat, kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor,” kata Prof. Ario.

Dinamika nutrien dan eutrofikasi menjadi isu krusial yang tidak hanya memengaruhi proses ekologis di laut, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan ekosistem, produktivitas perairan, hingga keberlanjutan pengelolaan wilayah pesisir.

Fenomena ini mencerminkan keterkaitan erat antara aktivitas manusia di daratan dan kualitas lingkungan laut yang semakin tertekan.

“Webinar kali ini mengangkat topik yang sangat relevan terkait dinamika nutrien dan eutrofikasi di ekosistem laut Indonesia,” ujar Idha Yulia Ikhsani, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Oseanologi BRIN yang juga Wakil Ketua IMBF.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Alga BerbahayaBRINEutrofikasiLedakan AlgaNutrienProf. Ario Damar
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Next Post

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Postingan Terkait

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

6 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

6 September 2026

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Next Post
Konsentrasi Parasetamol di Teluk Jakarta Tinggi

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

TERBARU

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Gezani Berada di Dekat Toliara Madagaskar

Indonesia Mengikuti Ajang Pameran Ikan Hias di Jerman

Cegah Kekerasan di Kampus Satgas UNG Sosialisasi di Berbagai Fakultas

Menteri Susi Soroti Aksesori Karapaks Penyu di Berau

Sektor Bangunan Menyumbang Emisi Karbon Dioksida 10 Gigaton

Spesies Langka Shark Ray Terlihat di Perairan Botubarani

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.