Hal ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan laut memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan manusia, Prof. Ario.
Prof. Ariomenekankan pentingnya pendekatan pengelolaan terpadu berbasis daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah pesisir untuk mengurangi beban nutrien yang masuk ke laut.
Eutrofikasi merupakan tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius dari komunitas ilmiah, pemerintah, dan masyarakat luas. Pendekatan ilmiah yang kuat harus disertai aksi nyata di lapangan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.
“Upaya mitigasi tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga memerlukan kebijakan yang kuat, kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor,” kata Prof. Ario.
Dinamika nutrien dan eutrofikasi menjadi isu krusial yang tidak hanya memengaruhi proses ekologis di laut, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan ekosistem, produktivitas perairan, hingga keberlanjutan pengelolaan wilayah pesisir.
Fenomena ini mencerminkan keterkaitan erat antara aktivitas manusia di daratan dan kualitas lingkungan laut yang semakin tertekan.
“Webinar kali ini mengangkat topik yang sangat relevan terkait dinamika nutrien dan eutrofikasi di ekosistem laut Indonesia,” ujar Idha Yulia Ikhsani, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Oseanologi BRIN yang juga Wakil Ketua IMBF.




