Data yang digunakan plot data hujan CHIRPS dan CORDEX-SEA. Ketersediaan data satelit mempunyai periode panjang dan resolusi spasial tinggi, akan tetapi data satelit memiliki error.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian meliputi koreksi bias dengan metode Quantile Mapping, pendugaan ketersediaan air dan metode optimasi AHP dan Keputusan Multi Kriteria.
Adanya perubahan iklim menyebabkan perubahan curah hujan tahunan dan musiman. Pada curah hujan tahunan, ada penurunan kisaran 15% dan curah hujan musiman mengalami perubahan sekitar 8%-22%. Akibat dari penurunan curah hujan ini mengakibatkan adanya penurunan supply sumberdaya air.
“Untuk menanggulangi kekurangan air akibat perubahan iklim dan fenomena iklim, diperlukan cara adaptasi agar sumberdaya air selalu tersedia pada berbagai kondisi,” ujar Ida.
Salah satu caranya dengan membuat tampungan air hujan. Untuk menentukan lokasi tampungan yang sesuai perlu dilakukan studi. Didasarkan pada enam kriteria yang ditetapkan oleh FAO dalam melakukan konservasi sumber daya air.
Kriteria tersebut adalah curah hujan, kemiringan lereng, elevasi, debit kerapatan drainase dan tutupan lahan. Pada studi ini dilakukan beberapa modifikasi kriteria yang disesuaikan dengan kondisi di Pulau Bintan.
Sebelum kriteria digunakan, harus melalui Uji Multikolinearitas. Apabila lolos uji tersebut, maka proses penentuan lokasi yang sesuai bisa dilanjutkan. Apabila tidak lolos maka harus dicari kriteria yang lainnya.




