Kamis, Oktober 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gejala Sengatan Ubur-ubur Irukandji

redaksi
9 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Irukandji

Beberapa ubur-ubur Irukandji yang ditangkap di pantai Far North Queensland selama musim sengatan pada 2015-2016. FOTO: MARK RIGBY/ABC

UBUR-UBUR Irukandji termasuk salah satu spesies yang memiliki racun. Jenis ubur-ubur ini mendiami perairan laut utara Australia.

Yang terkena sengatan, dikenal sebagai sindrom Irukandji. Ada sekitar 16 spesies Irukandji yang diketahui, di antaranya Carukia barnesi, Malo kingi, Malo maxima, Malo filipina dan Malo bella adalah yang paling terkenal.

Gejala-gejala sindrom Irukandji pertama kali didokumentasikan oleh Hugo Flecker pada tahun 1952.

Irukandji diambil dari nama orang -orang Irukandji, yang membentang di sepanjang jalur pantai utara Cairns, Queensland.

Ubur-ubur yang pertama diidentifikasi Carukia barnesi. Jellyfish ini diidentifikasi pada 1964 oleh Jack Barnes.

Untuk membuktikan bahwa itu adalah penyebab sindrom Irukandji, Barnes menangkap ubur-ubur kecil dan membiarkan menyengatnya. Putra Barnes yang berusia 9 tahun dan seorang penjaga pantai mengamati gejala-gejalanya. Kemudian membawanya ke unit perawatan intensif .

Toksikolog Australia, Jamie Seymour, pernah membuat film dokumenter tentang ubur-ubur ini, yang disebut ‘Killer Jellyfish’.

Pada 2015, peneliti Queensland Utara menemukan bukti bahwa ubur-ubur Irukandji aktif berburu mangsa.

Gejala sengatan ubur-ubur Irukandji tidak langsung muncul. Tanda-tanda sengatan Irukandji akan terasa pada menit ke 5 hingga 45, setelah insiden sengatan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AustraliaJellyfishSengatan Ubur-ubur
Bagikan15Tweet9KirimKirim
Previous Post

Irukandji, Ubur-ubur Penyengat di Pulau Fraser Australia

Next Post

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

Postingan Terkait

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

29 Oktober 2026
Media Digital Masuk dalam Industri Kreatif KBLI 58120

Media Digital Masuk dalam Industri Kreatif KBLI 58120

29 Oktober 2026

Topan In-fa Bergerak Menuju Kepulauan Mariana Utara

Gempa M 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat

Dukungan Media Penting untuk Memperkenalkan Produk UMKM ke Pasar yang Lebih Luas

Ketua Umum AMSI: Industri Media Hadapi Tantangan Serius Terkait Kepercayaan Publik

Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

Next Post
Nomura

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

Komentar tentang post

TERBARU

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Media Digital Masuk dalam Industri Kreatif KBLI 58120

Topan In-fa Bergerak Menuju Kepulauan Mariana Utara

Gempa M 6,4 Guncang Maluku Tenggara Barat

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

Dukungan Media Penting untuk Memperkenalkan Produk UMKM ke Pasar yang Lebih Luas

AmsiNews

REKOMENDASI

Aplikasi Inaportnet Percepat Proses Kedatangan dan Keberangkatan Kapal

Pembentukan Awan Cumulonimbus 7 Hari ke Depan Dapat Membahayakan Penerbangan

Krisis Lingkungan dan Kesehatan Manusia dalam Film The Story of Plastic

Populasi Rendah, Ikan Napoleon Masuk Daftar IUCN dan CITES

Bibit Siklon Tropis 98P Berdampak di Maluku dan Nusa Tenggara

Kampung Nelayan Langgula, Spesialis Penangkap Tuna yang Beralih ke Cumi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.