Menurut Jasarevic Badan Kesehatan PBB telah menyediakan persediaan yang cukup untuk merawat 650 pasien yang terluka di Rumah Sakit Daerah Herat.
Tambahan 25 metrik ton obat-obatan dan pasokan medis juga telah dikirim ke Herat, sementara 54 tim kesehatan keliling, termasuk tiga dari WHO, telah dikerahkan di daerah yang terkena dampak dan 12 ambulans telah dikirim ke Distrik Zindajan dan Distrik Ghorian untuk mengevakuasi korban jiwa ke rumah sakit regional dan lainnya.
Risiko Penyakit
Juru bicara WHO memperingatkan bahwa pengungsian akibat bencana ini menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan. Termasuk akan meningkatkan penularan penyakit menular, seperti campak, infeksi saluran pernapasan akut, dan diare akut.
Pihak berwenang perlu meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi wabah penyakit.
Pertolongan pertama psikologis bagi para penyintas dan ruang ramah bagi anak-anak yang mengalami stres berat dan kehilangan orang yang dicintai.
Laerke dari OCHA memperingatkan bahwa anak-anak sangat rentan, menderita tekanan psikologis yang parah akibat gempa bumi, dan memerlukan dukungan kesehatan mental dan psikososial.
Bantuan Kemanusiaan
Laerke mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan dengan dukungan mitra internasional terus dilakukan. Menurut WHO, hingga Minggu 8 Oktober, lebih dari 550 kasus parah dan kritis telah dirawat di tujuh rumah sakit di Kota Herat.




