Pemerintah daerah dibantu TNI, Polri, BNPB dan berbagai pihak masih terus melakukan upaya penanganan darurat. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adanya banyak isu atau berita palsu (hoax) terkait akan datang gempa besar dalam waktu dekat.
Warga masih percaya hoax tersebut sehingga mereka mengungsi ke bukit secara tersebar dan sulit dijangkau petugas. Di samping itu, hujan yang turun menyebabkan kondisi kesehatan sebagai salah satu prioritas penanganan.
Terkait dengan hoax, BNPB, BMKG dan pemerintah setempat melakukan upaya menangkal hoax yang beredar di media sosial.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly mengatakan, terkait dengan isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru dan Saparua adalah tidak benar atau berita bohong (hoax). Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat, dan akurat kapan, di mana dan berapa kekuatannya.
Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.*





Komentar tentang post