Darilaut – Gempa bumi sangat kuat Magnitudo (M)7,6 mengguncang Jepang utara, pada Senin (8/12) malam pukul 23.15 waktu setempat.
Peringatan Tsunami dikeluarkan Badan Meteorologi Jepang (JMA) untuk wilayah pesisir Jepang.
Lokasi gempa di lepas pantai timur Prefektur Aomori, kata JMA, ”Gempa berada di kedalaman 50 km.”
NHK melaporkan Kepala Sekretaris Kabinet Kihara Minoru mengadakan konferensi pers pada hari Selasa.
Kihara mengatakan bahwa sekitar pukul 23.15 pada hari Senin, gempa bumi melanda lepas pantai Prefektur Aomori, dengan getaran terkuat tercatat di kota Hachinohe, yang mencapai intensitas di atas 6 pada skala seismik Jepang.
Setelah gempa bumi ini, kata Kihara, peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk wilayah pesisir Pasifik Hokkaido, Prefektur Aomori, dan Prefektur Iwate.
Kihara mengatakan bahwa gelombang tsunami hingga sekitar 3 meter diperkirakan terjadi di beberapa wilayah.
Peringatan tsunami juga telah dikeluarkan di Prefektur Miyagi dan Fukushima.
Menurut Japan Railways, layanan kereta peluru Tohoku Shinkansen telah dihentikan sementara di kedua arah antara Stasiun Fukushima dan Stasiun Shin-Aomori, karena gempa bumi. Masih belum jelas kapan layanan akan dilanjutkan.
Operator bandara tersibuk di Hokkaido, Bandara New Chitose di dekat Sapporo, mengatakan bahwa hingga pukul 23.40, mereka sedang memeriksa apakah ada kelainan pada dua landasan pacu. Pemerintah Jepang membentuk satuan tugas di pusat manajemen krisis di kantor perdana menteri pada pukul 23.16 pada hari Senin sebagai tanggapan atas gempa bumi tersebut.




