Selain itu, tercatat 112 unit rumah rusak sedang dan 47 unit rumah rusak berat, seluruhnya berada di Kabupaten Sigi.
Di Kabupaten Poso juga dilaporkan lima unit rumah terdampak, sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong sedikitnya 15 unit rumah rusak atau terdampak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Selain permukiman warga, gempa juga berdampak pada sedikitnya 35 fasilitas ibadah, 10 fasilitas pendidikan, 11 gedung perkantoran, dua jembatan, lima UMKM, empat hotel, satu villa, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat. Sebagian besar kerusakan fasilitas tersebut berada di Kabupaten Sigi, meliputi 34 fasilitas ibadah, 10 fasilitas pendidikan, delapan gedung perkantoran, satu jembatan, empat UMKM, dua jaringan air bersih, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat.
Sementara itu, Kota Palu mencatat kerusakan pada satu fasilitas ibadah, tiga gedung perkantoran, satu jembatan yang mengalami keretakan, satu tempat usaha, empat hotel, dan satu villa. Adapun di Kabupaten Poso, kerusakan juga menyebabkan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso mengalami amblas pada sejumlah titik.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan penanganan darurat, sementara pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung di lapangan.




