Minggu, Agustus 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Elkana Amarduan, 23 Tahun Merawat Rambu Suar di Perbatasan Indonesia – Australia

redaksi
20 Mei 2019
Kategori : Berita
0
Elkana Amarduan, 23 Tahun Merawat Rambu Suar di Perbatasan Indonesia – Australia

FOTO: HUBLA.DEPHUB.GO.ID

SEORANG warga di Pulau Selaru, Maluku, selama 23 tahun dengan inisiatif sendiri merawat rambu suar. Rambu suar di Pulau Selaru ini berada di perbatasan Indonesia – Australia.

Warga bernama Elkana Amarduan (62 tahun) ini menjadi viral di media sosial karena merawat rambu suar –sebelumnya disebut menara suar– bertahun-tahun, tanpa ada insentif dari pemerintah.

Elkana, biasa disapa Eli, dengan sukarela menjaga rambu suar karena kecintaannya terhadap Indonesia. Terutama dalam menjaga aset negara agar rambu suar terus berfungsi untuk memberikan panduan keselamatan pelayaran kepada kapal-kapal yang memasuki perairan di wilayah tersebut.

Pada Kamis (16/5) tim Humas Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut dan Distrik Navigasi kelas III Tual ke lapangan bertemu Eli di pulau tersebut. Untuk ke lokasi tersebut melalui Ambon dengan pesawat kecil ke Saumlaki.

Perjalanan dilanjutkan dengan speed boat ke pelabuhan Adaud kecamatan Selaru selama 1.5 jam. Selanjutnya selama 2,5 jam menggunakan mobil ke desa Elyasa dan 20 menit dengan sepeda motor ke lokasi Rambu Suar.

Di Pulau Selaru, terdapat Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) berupa rambu suar. Ada perbedaan rambu suar dan menara suar, sebagaimana dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: kawasan perbatasanPerhubungan LautSarana Bantu Navigasi Pelayaran
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Berlayar Tanpa Mengibarkan Bendera Kapal Ikan Jepang Diberi Peringatan

Next Post

Petugas Gagalkan Penyelundupan Tuna di Entikong

Postingan Terkait

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

2 Agustus 2026
Bibit Siklon Tropis 94W Beri Dampak Gelombang Laut di Sangihe dan Talaud

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

2 Agustus 2026

Topan Super Dolphin Sedikit Melemah di Timur Laut Kepulauan Mariana Utara

Wisuda ke-62, UNG Kukuhkan 700 Lulusan

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru UNG Perkenalkan Logo dan Maskot Simbol Kampus Berdampak

Bibit Siklon Tropis 94W Beri Dampak Gelombang Laut di Sangihe dan Talaud

El Niño Masih Dapat Mengalami Penguatan

BMKG Pantau 1.729 Titik Panas di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Next Post
Petugas Gagalkan Penyelundupan Tuna di Entikong

Petugas Gagalkan Penyelundupan Tuna di Entikong

Komentar tentang post

TERBARU

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Topan Super Dolphin Sedikit Melemah di Timur Laut Kepulauan Mariana Utara

Wisuda ke-62, UNG Kukuhkan 700 Lulusan

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru UNG Perkenalkan Logo dan Maskot Simbol Kampus Berdampak

Bibit Siklon Tropis 94W Beri Dampak Gelombang Laut di Sangihe dan Talaud

AmsiNews

REKOMENDASI

Hutan Bukan Warisan Kolonial

Depresi Tropis Berkembang di Utara Palau, Laut Filipina

Ilengi, Praktik Agroforestri Tradisional Khas Gorontalo

KKP Latih 403 Observer Penangkapan Ikan

6000 Kapal Penangkap Ikan Telah Gunakan E-logbook

Dugong Terdampar di Teluk Wondama, Papua Barat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.