Geopark sebagai bentuk pelestarian sumberdaya geologi bertujuan untuk pelestarian, pemanfaatan, pengelolaan kawasan situs pelestarian geologi secara Holistik bersama sumber daya alam lainnya untuk untuk pembangunan berkelanjutan.
Dalam pengembangan Geopark, kata Chusni, memerlukan adanya proses riset dan inovasi dalam konteks geopark.
Riset yang dilakukan terkait geopark di antaranya mengenai geo-culture, geo-arkeologi, geo-botani, geo-pedologi, geotrail, geotourism & leisure, geoproduct, geo-homestay dan banyak lagi.
Selain hal tersebut juga inovasi yang dapat dihasilkan,misalnya, melalui pembangunan museum, pembangunan pusat informasi, membuat infografis yang dapat dipahami masyarakat, dapat juga berupa animasi, film atau video, katalog, maskot ataupun arboretum.
Chusni mengatakan riset dan inovasi merupakan sesuatu yang penting dalam mengembangkan geopark.
Hasil riset dikembangkan dari sisi gagasan, metode, ataupun alat sehingga akan menghasilkan sesuatu yang baru.
Guru Besar Teknik Geologi Universitas Padjajaran, Mega Fatimah, mengatakan dalam mengembangkan geopark, perguruan tinggi atau lembaga penelitian dan pengembangan tidak bisa bergerak sendiri.
Kita mengusung unsur penta helix (perguruan tinggi, pemerintah, industri (businessman), masyarakat lokal, dan media). Kita harus mengajak stakeholder untuk mendukung pengembangan geopark ini, kata Mega.





Komentar tentang post