Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sampah Medis Mencemari Teluk Jakarta

redaksi
29 Desember 2020
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Anomali Masker

Sejumlah sampah medis berupa masker yang ditemukan hanyut di pantai. FOTO: OCEANSASIA.ORG

Darilaut – Hasil penelitian yang dilakukan tim IPB University dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menemukan sampah medis telah mencemari Teluk Jakarta.

Peningkatan atau kebocoran sampah medis tersebut terjadi karena konsumsi alat pelindung diri sekali pakai yang tinggi pada masyarakat.

Di sisi lain, meskipun telah ada aturan dalam penanganan sampah medis, tetap saja ada oknum yang melakukan pelanggaran dengan membuang sampah alat pelindung diri sembarangan ke lingkungan dan akhirnya masuk ke badan air.

Guru Besar IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Dr Etty Riani, mengatakan, kondisi sebelum pandemi, terlihat jumlah sampah cukup tinggi dan dominan dari plastik. Hal yang sama secara komposisi ditemukan juga pada saat pandemi.

“Namun terdapat sampah jenis baru di sungai yang akan terbawa ke Teluk Jakarta, yakni sampah medis. Estimasi kami, terjadi peningkatan atau “kebocoran” sampah medis dari yang sebelumnya tidak ditemukan, menjadi 15-16 persen,” ujar Prof Etty, seperti dikutip dari Ipb.ac.id, Senin (28/12).

Penelitian dilakukan sejak Maret hingga April 2020 di dua muara sungai yang mengalir ke Teluk Jakarta yaitu Sungai Clincing dan Sungai Marunda.

Selain Prof Etty tim peneliti gabungan lainnya masing-masing Muhammad Reza Cordova, Intan Suci Nurhati dan Marindah Yulia Iswari beserta Nurhasanah dari Universitas Terbuka.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IPB UniversityLIPIriset sampahsampahSampah MedisTeluk Jakarta
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Hari Ini, AMSI Sulsel Gelar Konferwil ke-2

Next Post

Setelah Utara Papua, Indonesia Perluas Landas Kontinen Sumatera

Postingan Terkait

Rekaman 10 Tahun Hiu Paus di Perairan Gorontalo

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

20 Juli 2026
Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

20 Juli 2026

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Next Post
Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

Setelah Utara Papua, Indonesia Perluas Landas Kontinen Sumatera

Komentar tentang post

TERBARU

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Menjaga dan Merawat Laut

Menteri Susi: Sampah Plastik Ancaman Utama

Butuh US$300 Miliar Per Tahun Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Bibit Siklon Tropis 93W Bergerak di Dekat Anambas

Badai Tropis Parah Danas Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Cina Selatan

Paradoks Teluk Tomini, Wamen Stella: Memiliki Kekayaan Biodiversitas, Hadapi Tantangan Kemiskinan Signifikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.