Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut KKP, Amehr Hakim, menegaskan pentingnya integrasi GOIC dengan sistem pemantauan laut nasional.
“Teknologi yang dikembangkan diharapkan dapat terhubung dengan ocean monitoring system dan big data kelautan Indonesia. Kami membuka ruang bagi penerapan kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, hingga digital twin untuk pengelolaan kawasan konservasi dan perikanan yang lebih efektif,” kata Amehr.
Selain aspek teknologi, Amehr menekankan perlunya strategi pembiayaan lintas sektor agar inovasi dapat berkelanjutan. Ia menilai dukungan pendanaan dari APBN, APBD, lembaga donor, swasta, dan impact investors menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan proyek konservasi laut berbasis teknologi.
Selama lokakarya di Bali, para peserta dari pemerintah, akademisi, komunitas pesisir, dan sektor swasta merumuskan berbagai solusi inovatif yang akan diuji pada awal 2026. TNC dan YKAN juga akan memastikan keselarasan hasil inovasi dengan program prioritas pemerintah.
Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, kebijakan, dan masyarakat.
“GOIC adalah ruang kolaboratif yang memastikan inovasi tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dengan kebutuhan sosial dan ekologis”.
Dengan pendekatan lintas sektor dan berorientasi pada kebutuhan lokal, Indonesia kini menempatkan dirinya sebagai model global dalam pengembangan teknologi konservasi laut yang berkelanjutan. (Novita J. Kiraman)




