Sedangkan jumlah waktu rata-rata akses internet masyarakat Jatim mencapai 9 jam per hari. “Dapat kita simpulkan, penduduk Indonesia memiliki tingkat akses digital yang tinggi. Namun belum selaras dengan tingkat literasi digital,” ujarnya.
Dampak negatif tersebut, kata Khofifah, tentu sangat berbahaya. Masyarakat Jatim bisa mengalami kerugian baik secara moral maupun material, baik pada individu atau kelompok tertentu, pengalihan isu untuk melancarkan aksi kejahatan, penipuan publik, kepanikan publik.
Dengan demikian, kondisi ruang digital yang seharusnya kondusif menjadi tidak aman. Padahal menjaga ruang digital Indonesia sudah menjadi tanggung jawab bersama, supaya membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan kejayaan Indonesia.
“Di sinilah perlu peran penting semua pihak untuk duduk bersama menjembatani adanya fakta bahwa masyarakat. Ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan butuh kerjasama dengan seluruh pihak,” katanya.
Gubernur Khofifah mendorong perguruan tinggi melalui para rektor untuk ikut berperan mencegah hoaks dan menghasilkan informasi positif. Ini dilakukan demi mencegah hoaks dan sebagai bentuk upaya menyajikan informasi yang positif.
Melalui Content Creator di masing-masing kampus, Gubernur Khofifah mengajak para rektor menggerakkan tim dalam jumlah besar. Sehingga, masyarakat bisa jelas dan mengetahui pembedanya.





Komentar tentang post