Sabtu, Agustus 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gubernur Papua Barat Bentuk Pokja Kawasan Konservasi Raja Ampat

redaksi
25 Agustus 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Gubernur Papua Barat Bentuk Pokja Kawasan Konservasi Raja Ampat

Terumbu karang dan asosiasi ikan di perairan Raja Ampat. FOTO: AWALUDINNOER/YKAN

Perairan Raja Ampat adalah kawasan konservasi di Provinsi Papua Barat yang mempunyai keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Untuk mendukung pemaanfaatan yang lestari dan berkelanjutan, diperlukan arahan dan pengaturan yang termuat dalam dokumen Rencana Pengelolaan dan Zonasi (RPZ), sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan.

Zonasi di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 13/2021.

Luas areanya sebesar 1.343.943 hektare yang terbagi dalam enam area pengelolaan, yaitu area I Kepulauan Ayau Asia, area II Teluk Mayalibit, area III Selat Dampier, area IV Perairan Kepulauan Misool, area V Perairan Kepulauan Kofiau-Boo, dan area VI Kepulauan Fam.

Namun, masih terdapat perairan dengan keanekaragaman hayati tinggi dan bernilai penting untuk masyarakat setempat yang kondisinya terancam, tetapi belum dilindungi secara hukum. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan manfaatnya bisa dinikmati masyarakat setempat, Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen mendorong pengembangan kawasan konservasi.

Salah satunya di wilayah perairan Misool bagian utara di Kabupaten Raja Ampat yang luasnya kurang lebih 308.692 hektare. Wilayah ini nantinya akan diusulkan menjadi Area VII dari Kawasan Konservasi di Perairan Raja Ampat Provinsi Papua Barat.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Konservasi LautPapua BaratRaja AmpatYayasan Konservasi Alam Nusantara
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Kapal Buronan Pemerintah Kamboja Ditangkap TNI Angkatan Laut

Next Post

Program Tol Laut Masih Terkendala Operasionalisasi

Postingan Terkait

8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

Lokasi yang Terdeteksi Tsunami Gempa Dahsyat NTT Meluas

15 Agustus 2026
8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

Gempa Dahsyat NTT, Tsunami Terdeteksi di Dompu, Labuan Bajo dan Sikka

15 Agustus 2026

Gempa Kuat M 6,2 Guncang Labuanbajo NTT

8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

Gempa Bumi Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Potensi Tsunami Hingga Sulawesi Selatan dan Tenggara

Virus Ebola Kian Cepat Menyebar

Ebola Mengganas, Setiap 30 Menit Satu Orang Tewas

NASA Memotret Gerhana Matahari Total yang Menakjubkan

Next Post
Tol Laut Sangat Membantu Warga di Kepulauan Togean

Program Tol Laut Masih Terkendala Operasionalisasi

Komentar tentang post

TERBARU

Lokasi yang Terdeteksi Tsunami Gempa Dahsyat NTT Meluas

Gempa Dahsyat NTT, Tsunami Terdeteksi di Dompu, Labuan Bajo dan Sikka

Gempa Kuat M 6,2 Guncang Labuanbajo NTT

8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

Gempa Bumi Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Potensi Tsunami Hingga Sulawesi Selatan dan Tenggara

Virus Ebola Kian Cepat Menyebar

AmsiNews

REKOMENDASI

Guru Besar UNM Bahas Implementasi Kebijakan Publik di UNG

Pelabuhan Bitung Dikembangkan untuk Kawasan Ekonomi Khusus

Gubernur Khofifah Tunggu Kegiatan AMSI di Jawa Timur

Pencarian Korban Tug Boat Mitra Jaya XIX Terhalang Cuaca Buruk

Pemerintah Perluas Kawasan Konservasi Mangrove

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.