Kamis, Mei 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gubernur Papua Barat Bentuk Pokja Kawasan Konservasi Raja Ampat

redaksi
25 Agustus 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Gubernur Papua Barat Bentuk Pokja Kawasan Konservasi Raja Ampat

Terumbu karang dan asosiasi ikan di perairan Raja Ampat. FOTO: AWALUDINNOER/YKAN

Pengajuan perairan Misool bagian utara sebagai kawasan konservasi ditandai melalui deklarasi adat pada tahun 2018. Misool bagian utara penting untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi karena selain memiliki keanekaragaman hayati laut tinggi, juga merupakan habitat penting bagi duyung.

Adat yang didukung peran aktif masyarakat menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan konservasi di Raja Ampat.

Integrasi adat dalam konservasi juga menjadi perhatian bagi Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) selaku mitra pembangunan pemerintah Provinsi Papua Barat dan anggota Pokja.

Bird’s Head Seascape Manager YKAN, Lukas Rumetna, mengatakan konservasi di Raja Ampat ditopang oleh sistem sosial budaya dan tradisi yang terwujud menjadi kebijakan lokal. Salah satu contohnya adalah sasi, sebuah praktik pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan yang telah ada secara turun-temurun.

Dalam konteks Raja Ampat, kata Lukas, pendekatan ini sangat penting karena peran adat yang sangat besar dalam menjaga sumber daya alam. Itulah mengapa sejak awal kami sangat mendukung perairan Misool bagian utara menjadi kawasan konservasi.

Menurut Lukas, saat ini YKAN dengan dukungan Blue Action Fund aktif mendorong pengembangan kawasan konservasi di beberapa wilayah perairan Provinsi Papua Barat termasuk Misool bagian utara. Upaya ini selaras dengan program pemerintah dalam rangka pencapaian target 30 juta hektare kawasan konservasi pada tahun 2030 atau 10% dari luas perairan Indonesia.

Halaman 3 dari 3
Sebelumnya123
Tags: Konservasi LautPapua BaratRaja AmpatYayasan Konservasi Alam Nusantara
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Kapal Buronan Pemerintah Kamboja Ditangkap TNI Angkatan Laut

Next Post

Program Tol Laut Masih Terkendala Operasionalisasi

Postingan Terkait

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

14 Mei 2026
Kapal ikan

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

13 Mei 2026

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Next Post
Tol Laut Sangat Membantu Warga di Kepulauan Togean

Program Tol Laut Masih Terkendala Operasionalisasi

Komentar tentang post

TERBARU

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

AmsiNews

REKOMENDASI

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Wali Kota Gorontalo: Tumbilotohe Merawat Tradisi dan Menyambung Silaturahmi

Tumpahan Minyak Dapat Mengganggu dan Membunuh Organisme

Banjir di Kalimantan Selatan, 112.709 Warga Mengungsi

Topan Fung-wong Mendekati Pendaratan di Luzon

Bencana Alam 2020, Rumah Rusak 42.762 dan Terendam 836.291 Unit

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.