Pengajuan perairan Misool bagian utara sebagai kawasan konservasi ditandai melalui deklarasi adat pada tahun 2018. Misool bagian utara penting untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi karena selain memiliki keanekaragaman hayati laut tinggi, juga merupakan habitat penting bagi duyung.
Adat yang didukung peran aktif masyarakat menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan konservasi di Raja Ampat.
Integrasi adat dalam konservasi juga menjadi perhatian bagi Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) selaku mitra pembangunan pemerintah Provinsi Papua Barat dan anggota Pokja.
Bird’s Head Seascape Manager YKAN, Lukas Rumetna, mengatakan konservasi di Raja Ampat ditopang oleh sistem sosial budaya dan tradisi yang terwujud menjadi kebijakan lokal. Salah satu contohnya adalah sasi, sebuah praktik pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan yang telah ada secara turun-temurun.
Dalam konteks Raja Ampat, kata Lukas, pendekatan ini sangat penting karena peran adat yang sangat besar dalam menjaga sumber daya alam. Itulah mengapa sejak awal kami sangat mendukung perairan Misool bagian utara menjadi kawasan konservasi.
Menurut Lukas, saat ini YKAN dengan dukungan Blue Action Fund aktif mendorong pengembangan kawasan konservasi di beberapa wilayah perairan Provinsi Papua Barat termasuk Misool bagian utara. Upaya ini selaras dengan program pemerintah dalam rangka pencapaian target 30 juta hektare kawasan konservasi pada tahun 2030 atau 10% dari luas perairan Indonesia.





Komentar tentang post